HIPKI Kukar : “Lembaga Kursus Jangan Di Anak Tirikan di Kukar”

Pengurus HIPKI berdiskusi dengan Kasi PNFI Dinas Pendidikan Kukar

Pembinaan terhadap Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kutai Kartanegara oleh Dinas Pendidikan Kukar selama terbilang mati suri, kendati HIPKI yang selama ini gigih memperjuangkan kepentingan teman-teman LKP di Kukar masih terlihat masih belum nyata gregetnya. Untuk itu pada  malam tanggal 01 Oktober 2012, usai pelatihan  SDM LKP yg diselenggarakan Dinas Pendidikan di Hotel Karya Tapin II Tenggarong, Kasi Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara yang baru dilantik , Agus Hamidiansyah S.Sos, MM mengundang teman-teman pengurus HIPKI Kukar serta beberapa pemilik LKP yang ada di Kukar untuk berdialog mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi Lembaga Kursus di Kukar selama ini.

Dalam diskusi yang terbilang santai namun tetap serius itu teman teman LKP banyak sekali mengutarakan unek-unek mereka dan romantika mengelola LKP di Kukar ini. Seperti yang di ungkapkan  Ketua  Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia  (HIPKI) Kab. Kutai Kartanegara, Suyono bahwasanya  LKP selama ini kurang mendapat perhatian oleh  pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, seperti  kurangnya LKP di kukar ini mendapatkan program-program pembinaan peningkatan SDM ataupun Kelembagaanoleh Dinas Pendidikan Kukar. “Untuk menjadikan LKP Kukar ini lebih maju dan mandiri, tentunya  secara manajerial dan pengembangan SDM harus ada pelatihan yang terpadu dan terarah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan” Ungkap Suyono. Menurutnya selama ini  Dinas Pendidikan dalam hal ini Bidang PNFI hanya memprogramkan pelatihan yang isinya berbicara tentang hal-hal umum seputar LKP, bukan tentang kajian teknis yang moderent dan update yang bisa memberikan pembelajaran  baru seputar dunia kursus. “Kami lebih membutuhkan  Workshop atau apalah yang lebih spesifik untuk pengelolaan LKP, mungkin itu tentang bagaimana teknis mengajar yang mutahir bagi instruktur atau bagaimana cara marketing produk kursus terbaru bagi pengelola kursus” tambah Suyono.

Selain itu usulan permasalahan lembaga Kursus juga di sampaikan oleh Pimpinan LKP. Active English Course (AEC) Indra Gunawan, menurut Indra  pemilik LKP akan kesulitan meningkatkan mutu dan kinerjanya lembaganya bila mereka tidak dapat menperoleh tenaga Instruktur yang unggul dan professional, “Padahal kami memiliki tenaga-tenaga Instruktur yang baik dan professional,  namun kembali lagi ke masslah kesejahteraan Instruktur, kami tentu tidak dapat bersaing dengan lapangan pekerjaan yang lain yang dapat membayar lebih mahal tenaga-tenaga Instruktur professional tersebut, sehingga kebanyakan Instruktur di Lembaga Kursus itu bongkar pasang dan keluar masuk, dikarenakan masih minimnya pendapatan mereka dari lembaga kursus dimana tempat mereka mengajar” ungkap Indra Gunawan.  Sehingga menurut Indra perlu di upayakan oleh pemerintah agar tenaga-tenaga instruktur Kursus ini juga mendapatkan  semacam Insentif oleh pemerintah kabupaten untuk tetap membuat mereka betah dan dapat mengabdikan diri mereka di LKP. “Untuk mekanismenya mungkin akan kita bicarakan lebih lanjut oleh diknas dalam hal ini bagian PNFI apakah syarat memperolehnya perminimum jam mengajar atau yang lain” imbuh Indra.

Menerima masukan seperti itu Kasi PNFI Dinas Pendidikan Kukar Agus Hamidiansyah, S.Sos MM berjanji akan mengupayakan agar segala problem terkait permasalahan lembaga Kursus dan Pelatihan di Kukar ini di bicarakan secara serius oleh seluruh komponen yang terkait, agar segera ditemukan solusi terbaiknya. “Saya akan meneruskan usulan ini ke Kepala Dinas Pendidikan Kukar dan saya juga mengharapkan teman teman dari HIPKI membantu saya menyelesaikan permasalahan ini, tentunya dengan memberikan data –data anggotanya. “Mana saja lembaga kursus dan pelatihan yang ada di Kukar ini yang masih aktif dan yang sudah non aktif , agar kami bisa memproses lebih lanjut, karena bila tidak ada data yang jelas posisi dan kondisi rill LKP yang ada kami akan sulit memberikan solusi yang mereka (LKP) keluhkan” Ujar Agus Hamidiansyah.

Rencananya setelah pertemuan informal  HIPKI dengan Kasi PNFI Dinas Pendidikan Kukar ini, maka akan dilajutkan dengan pertemuan lanjutan dengan Kepala Dinas Pendidikan Kukar untuk membicarakan permasalahan lain terkait lembaga kursus dan pelatihan di Kukar.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s